~~~PERHATIAN!!! ANDA MEMASUKI KAWASAN ANTI DEMOCRAZY~~~

Kamis, 23 Agustus 2012

Inilah Komputer Suku Bangsa Islam pada Abad Pertengahan

Bangsa-bangsa Islam di abad pertengahan ternyata sudah punya "komputer ajaib" yang bisa membantu mengetahui waktu dan posisi benda-benda di angkasa, membantu dalam pelayaran, mempertahakan keakuratan kalender, memperkirakan gerhana, bahkan mengukur bumi.

Komputer ini umumnya tidak besar, bentuknya bundar seperti jam saku dengan diameter 15 cm saja (ada beberapa yang dibuat dalam skala besar). Astrolab, demikian namanya.
Astrolab / nicolas.brodu.numerimoire.net
Astrolab merupakan peranti astronomi yang paling penting sebelum era teleskop muncul. Ilmuwan abad pertengahan di Timur Tengah, khususnya bangsa Islam telah menggunakan alat ini untuk berbagai hal, seperti tertulis di awal artikel.

Astrolab secara prinsip sebenarnya sudah ada sejak sekitar 150 SM. Namun, bentuk fisiknya baru muncul kira-kira 400 M. Alat ini menjadi bagian penting di periode Islam sejak tahun 800 M.

Astrolab terdiri dari sebuah model langit yang tertera pada lempeng logam melingkar.  Di sekliling lingkar luar lempeng logam itu terukir skala derajat, atau kadang penanda waktu. Jarum penunjuk yang bisa diputar (alidad) digunakan untuk menentukan ketinggian suatu bintang ketika peranti ini diangkat setinggi lengan yang teracung. Hasilnya kemudian terbaca pada ukuran berskala.
republika.co.id
Dengan astrolab ini, penggunannya juga bisa mengenali bintang-bintang, memprediksi kapan matahari terbit dan tenggelam setiap hari, menentukan jarak ke Mekah, menyurvei tanah, menghitung tinggi objek, hingga.... berlayar!

Tak heran, bangsa-bangsa Islam masa itu menjadi petualang tangguh baik di darat atau laut. Lewat merekalah, akhirnya astrolab diperkenalkan kepada bangsa Eropa melalui Spanyol (Moor).

Meskipun bangsa Yunani dulu sudah meyakini bentuk bumi adalah bulat, entah mengapa pada perkembangannya bangsa-bangsa di Eropa lebih menerima pendapat soal bumi yang datar. Mata mereka mulai terbuka setelah Copernicus dan Galileo-Galilei memberi pembuktian soal bumi bulat.

Padahal dalam Perjanjian Lama, kitab suci umat Kristen sendiri sudah menulis tentang bumi itu bulat. Demikian juga Quran meyakini bentuk bumi pun bulat.

Ilmuwan-ilmuwan muslim membukitkan iman mereka dengan penyelidikan lanjut, diantaranya melalui astrolab ini.

Sekitar abad 9 M, saat bangsa Islam menguasai separuh dunia, naskah-naskah ilmiah seperti karya astronom Yunani Ptolemeus diterjemahkan ke bahasa Arab. Dinasti Abbasiyah juga mendapatkan naskah-naskah Sansekerta yang kaya akan informasi tentang matematika, astronomi, dan ilmu pengetahuan lainnya.
Observatorium juga banyak dibangun di kota-kota tempat peradaban Islam berada. Di tempat ini, para ilmuwan memiliki berbagai alat paling canggih masa itu seperti astrolab, kuadran, sekstan, dan  jam matahari.
Penetapan Mekah sebagai kiblat mendorong cendikiawan Muslim mempelajari ilmu falak. Sejak abad 13, banyak masjid dibangun memperkerjakan seorang astronom profesional (muwaqqit) sehingga bisa menentukan arah kiblat secara tepat. Lagi-lagi, komputer saku astrolab jadi panduan utama.
yolanitaseptiana.blogspot.com
Tidak itu saja, ilmuwan Muslim bisa menentukan tanggal dan hari-hari raya untuk ibadah berdasar pengamatan pada peredaran bulan dan matahari, dan mereka juga bisa membantu orang yang akan naik haji merencanakan rute perjalanan paling efisien ke Mekah.
Ini satu contoh ilmu mutakhir yang hingga kini diakui kebenarannya: 
Tahun 1031, Abu Raihan al-Biruni sudah menyebutkan kemungkinan bahwa planet-planet berotasi mengikuti orbit yang elips, bukan bulat.
Mengukur Bumi

Ekspansi Islam ke berbagai belahan bumi menciptakan pembuatan peta bumi ini, termasuk pembuatan globe. Para pembuat peta berupaya keras melakukan pengukuran yang akurat.

Khalifah al-Makmun pernah mengutus dua tim survei ke Gurun Siria dilengkapi astrolab serta tongkat dan tali pengukur. Dua tim tersebut berjalan berlawan arah hingga mereka mengamati satu derajat perubahan ketinggian Bintang Utara. Hasil perhitungan mereka menunjukkan bahwa jarak yang mereka tempuh sama dengan satu derajat garis Lintang, atau 1/360 keliling bumi.
Monumen astrolab di Dubai / sciencephoto.com
Jadi, setelah dikalkulasi, keliling bumi dari kutub ke kutub adalah 37,369 kiometer. Perhitungan ini sangat mendekati dengan hasil teknologi modern jaman sekarang, yakni 40,008 kilometer!

Maka kesimpulannya, tak menutup kemungkinan bila peradaban bangsa Islam saat jaya dulu menyebar hingga ke ujung-ujung bumi, dan bahkan (boleh jadi) sampai ke Amerika.


Sumber:
Awake! Magazine
astrolabes

Ilmuwan NASA Membenarkan bahwa Matahari Sangat Mungkin Akan Terbit dari Barat

Kebenaran ajaran Islam terus-menerus dibuktikan oleh penemuan demi penemuan ilmu pengetahuan. 1.400 tahun yang lalu, Rasulullah SAW sudah menyatakan dalam haditsnya bahwa kelak matahari akan terbit dari Barat sebagai bukti keagungan Allah SWT dan ciri-ciri kiamat sudah semakin dekat.
"Tidak akan terjadi kiamat sehingga matahari terbit dari tempat terbenamnya, apabila ia telah terbit dari barat dan semua manusia melihat hal itu maka semua mereka akan beriman, dan itulah waktu yang tidak ada gunanya iman seseorang yang belum pernah beriman sebelum itu." (Riwayat Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah. Dan riwayat Ahmad, Abu Dawud dan Ibn Majah).
Matahari terbit dari Barat akan terjadi selama satu hari saja, kemudian tertutuplah pintu taubat. Setelah itu, gerakan matahari pun akan kembali seperti sebelumnya terbit dari timur sampai terjadinya kiamat. Ini sesuai dan dibenarkan oleh peneliti NASA dalam artikelnya dibawah. 
Dari Ibn 'Abbas, "Maka Ubai bin Ka'ab berkata, Maka bagaimana jadinya matahari dan manusia setelah itu?" 
Rasulullah menjawab: "Matahari akan tetap menyinarkan cahayanya dan akan terbit sebagaimana terbit sebelumnya, dan orang-orang akan menghadapi (tugas-tugas) dunia mereka, apabila kuda seorang laki-laki melahirkan anaknya, maka ia tidak akan dapat menunggang kuda tersebut sampai terjadinya kiamat." (Fathul Baari, Kitaburriqaq, Juz 11, Thulu’issyamsi Min Maghribiha).
Matahari Terbit dari Barat Dibenarkan Ilmuan Fisika dan Masuk Islam
Demitri Bolyakov, sorang ahli fisika yang sangat menggandrungi kajian serta riset-riset ilmiah, mengatakan bahwa pintu masuk ke-Islamannya adalah fisika. Sungguh suatu yang sangat ilmiah, bagaimanakah fisika bisa mendorang Demitri Bolyakov masuk Islam? 
Demitri mengatakan bahwa ia tergabung dalam sebuah penelitian ilmiah yang dipimpin oleh Prof. Nicolai Kosinikov, salah seorang pakar dalam bidang fisika. 
Mereka sedang dalam penelitian terhadap sebuah sempel yang diuji di laboratorium untuk mempelajari sebuah teori modern yang menjelaskan tentang perputaran bumi dan porosnya. Mereka berhasil menetapkan teori tersebut. 
Akan tetapi Demitri mengetahui bahwasanya diriwayatkan dalam sebuah hadis dari Nabi SAW yang diketahui umat Islam, bahkan termasuk inti akidah mereka yang menguatkan keharusan teori tersebut ada, sesuai dengan hasil yang dicapainya. 
Demitri merasa yakin bahwa pengetahuan seperti ini, yang umurnya lebih dari 1.400 tahun yang lalu sebagai sumber satu-satunya yang mungkin hanyalah pencipta alam semesta ini. 
Teori yang dikemukan oleh Prof. Kosinov merupakan teori yang paling baru dan paling berani dalam menafsirkan fenomena perputaran bumi pada porosnya. Kelompok peneliti ini merancang sebuah sempel berupa bola yang diisi penuh dengan papan tipis dari logam yang dilelehkan, ditempatkan pada badan bermagnit yang terbentuk dari elektroda yang saling berlawanan arus. 
Ketika arus listrik berjalan pada dua elektroda tersebut maka menimbulkan gaya magnet dan bola yang dipenuhi papan tipis dari logam tersebut mulai berputar pada porosnya fenomena ini dinamakan "Gerak Integral Elektro Magno-Dinamika". Gerak ini pada substansinya menjadi aktivitas perputaran bumi pada porosnya. 
Pada tingkat realita di alam ini, daya matahari merupakan 'kekuatan penggerak' yang bisa melahirkan area magnet yang bisa mendorong bumi untuk berputar pada porosnya. Kemudian gerak perputaran bumi ini dalam hal cepat atau lambatnya seiring dengan daya insensitas daya matahari. Atas dasar ini pula posisi dan arah kutub utara bergantung. 
Telah diadakan penelitian bahwa kutub magnet bumi hingga tahun 1970 bergerak dengan kecepatan tidak lebih dari 10 km dalam setahun, akan tetapi pada tahun-tahun terakhir ini kecepatan tersebut bertambah hingga 40 km dalam setahun. Bahkan pada tahun 2001 kutub magnet bumi bergeser dari tempatnya hingga mencapai jarak 200 km dalam sekali gerak. 
Ini berarti bumi dengan pengaruh daya magnet tersebut mengakibatkan dua kutub magnet bergantian tempat. Artinya bahwa 'gerak' perputaran bumi akan mengarah pada arah yang berlawanan. Ketika itu matahari akan terbit dari Barat.
Ilmu pengetahuan dan informasi seperti ini tidak didapati Demitri dalam buku-buku atau didengar dari manapun, akan tetapi ia memperoleh kesimpulan tersebut dari hasil riset dan percobaan serta penelitian. 
Ketika ia menelaah kitab-kitab samawi lintas agama, ia tidak mendapatkan satupun petunjuk kepada informasi tersebut selain dari Islam. Ia mendapati informasi tersebut dari sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Abu Huarirah, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, "Siapa yang bertaubat sebelum matahari terbit dari Barat, maka Allah akan menerima Taubatnya." (dari kitab Islam wa Qishshah).
Sumber :

Selasa, 10 Juli 2012

INDAH DAN KEISTIMEWAAN SEORANG WANITA,,

INDAH DAN KEISTIMEWAAN SEORANG WANITA,,

Benda yg mahal harganya akan dijaga & dibelai serta disimpan ditempat yg teraman & terbaik.Sudah pasti intan permata tdk akan dibiar terserak bukan ?

Akhwat Sholihah bak mutiara di dasar laut, tak selalu putih terkadang terbungkus lumut,di dalam cangkangnya dia senang berada, menjaga diri & tak mudah digoda.

Kita mungkin harus menyelam untuk menemukannya,Tapi kita akan tahu seberharga apa dia ketika kita mendapatkannya.

Itulah Perumpamaannya Dengan Seorang Wanita.

1. Dia sebagai ibu yang melahirkan kita, dia sebagai tulang rusuk kita yang hilang, dia sebagai penuntun kita dalam surga_Nya dan dia juga yang bisa menjadi panutan kita dalam berjalan.

2. Wanita perlu taat kepada suami, tetapi tahukah lelaki wajib taat kepada ibunya 3 kali lebih utama daripada kepada bapaknya ?

3. Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki, tetapi tahukah harta itu menjadi milik pribadinya dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya, sementara apabila lelaki menerima warisan,ia perlu/wajib juga menggunakan hartanya untuk isteri dan anak-anak.

4. Wanita perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak, tetapi tahukah bahwa setiap saat dia didoakan oleh segala makhluk, malaikat dan seluruh makhluk ALLAH di muka bumi ini, dan tahukah jika ia mati karena melahirkan adalah syahid dan surga menantinya.

5. Di akhirat kelak, seorang lelaki akan dipertanggungjawabkan terhadap 4 wanita, yaitu : Isterinya, ibunya, anak perempuannya dan saudara perempuannya. Artinya, bagi seorang wanita tanggung jawab terhadapnya ditanggung oleh 4 orang lelaki, yaitu : suaminya, ayahnya, anak lelakinya dan saudara lelakinya.

6. Seorang wanita boleh memasuki pintu syurga melalui pintu surga yang mana saja yang disukainya, cukup dengan 4 syarat saja, yaitu : Sholat 5 waktu, Shaum di bulan Ramadhan, Taat kepada suaminya dan Menjaga kehormatannya.

7. Seorang lelaki wajib berjihad fisabilillah, sementara bagi wanita jika taat akan suaminya, serta menunaikan tanggungjawabnya kepada ALLAH, maka ia akan turut menerima pahala setara seperti pahala orang pergi berjihad fisabilillah tanpa perlu mengangkat senjata.

Subhanallah, istimewa seorang wanita yang kadang kita anggap remeh, yang kadang kita ingkari janjinya, yang kadang kita sakiti raganya. Demikian sayangnya ALLAH pada wanitakan, kenapa kita tidak bisa menyayangi wanita seperti_Nya


http://www.facebook.com/pages/Sebelum-Engkau-Halal-BagiKu/

Rabu, 11 April 2012

pelajaran paling baik dalam hidupku


Sore itu, menunggu kedatangan teman yang akan menjemputku di masjid ini seusai ashar.. seorang akhwat datang, tersenyum dan duduk disampingku, mengucapkan salam, sambil berkenalan dan sampai pula pada pertanyaan itu..“Anty sudah menikah ?”.“Belum mbak ”, jawabku .



Kemudian akhwat itu bertanya lagi“ kenapa ?”



hanya bisa ku jawab dengan senyuman. ingin ku jawab karena masih kuliah, tapi rasanya itu bukan alasan.



“Mbak menunggu siapa?” Aku mencoba bertanya .“Nunggu suami” jawabnya..Aku melihat kesamping kirinya, sebuah tas laptop dan sebuah tas besar lagi yang tak bisa kutebak apa isinya. Dalam hati bertanya-tanya, dari mana mbak ini? Sepertinya wanita karir. Akhirnya kuberanikan juga untuk bertanya,.“Mbak kerja dimana?”, Entahlah keyakinan apa yang meyakiniku bahwa Mbak ini seorang pekerja, padahal setahu ku, akhwat seperti ini kebanyakan hanya mengabdi sebagai ibu rumah tangga.



“Alhamdulillah 2 jam yang lalu saya resmi tidak bekerja lagi ”, jawabnya dengan wajah yang aneh menurutku, wajah yang bersinar dengan ketulusan hati.



“ kenapa?” tanyaku lagi .



Dia hanya tersenyum dan menjawab,



“karena inilah satu cara yang bisa membuat saya lebih hormat pada suami” jawabnya tegas ..Aku berfikir sejenak, apa hubungannya? Heran . Lagi- lagi dia hanya tersenyum.“Ukhty, boleh saya cerita sedikit? Dan saya berharap ini bisa menjadi pelajaran berharga buat kita para wanita yang Insya Allah akan didatangi oleh ikhwan yang sangat mencintai akhirat” ..“Saya bekerja di kantor, mungkin tak perlu saya sebutkan nama kantornya. Gaji saya 7 juta/bulan. Suami saya bekerja sebagai penjual roti bakar di pagi hari, es cendol di siang hari. Kami menikah baru 3 bulan, dan kemarinlah untuk pertama kalinya saya menangis karena merasa durhaka padanya. Waktu itu jam 7 malam, suami baru menjemput saya dari kantor, hari ini lembur, biasanya sore jam 3 sudah pulang. Saya capek sekali ukhty. Saat itu juga suami masuk angin dan kepalanya pusing. Dan parahnya saya juga lagi pusing. Suami minta diambilkan air minum, tapi saya malah berkata,.“Abi, Umi pusing nih, ambil sendiri lah! ”.



Pusing membuat saya tertidur hingga lupa sholat isya. Jam 23. 30 saya terbangun dan cepat – cepat sholat, Alhamdulillah pusing pun telah hilang. Beranjak dari sajadah, saya melihat suami saya tidur dengan pulasnya . Menuju ke dapur, saya liat semua piring sudah bersih tercuci. Siapa lagi yang bukan mencucinya kalo bukan suami saya? Terlihat lagi semua baju kotor telah di cuci..Astagfirullah, kenapa Abi mengerjakan semua ini? Bukankah Abi juga pusing tadi malam? Saya segera masuk lagi ke kamar, berharap Abi sadar dan mau menjelaskannya, tapi rasanya Abi terlalu lelah, hingga tak sadar juga.



Rasa iba mulai memenuhi jiwa saya, saya pegang wajah suami saya itu, ya Allah panas sekali pipinya, keningnya , Masya Allah, Abi demam, tinggi sekali panasnya. Saya teringat atas perkataan terakhir saya pada suami tadi. Hanya disuruh mengambilkan air minum saja, saya membantahnya. Air mata ini menetes, betapa selama ini saya terlalu sibuk diluar rumah, tidak memperhatikan hak suami saya .”.Subhanallah, aku melihat Mbak ini cerita dengan semangatnya, membuat hati ini merinding. Dan kulihat juga ada tetesan air mata yang di usapnya..“Anty tau berapa gaji suami saya? Sangat berbeda jauh dengan gaji saya. Sekitar 600 -700 rb /bulan. 10x lipat lebih rendah dari gaji saya. Dan malam itu saya benar- benar merasa durhaka pada suami saya. Dengan gaji yang saya miliki , saya merasa tak perlu meminta nafkah pada suami, meskipun suami selalu memberikan hasil jualannya itu pada saya, dan setiap kali memberikan hasil jualannya, ia selalu berkata,.“Umi, ,ini ada titipan rezeki dari Allah. Di ambil ya. Buat keperluan kita. Dan tidak banyak jumlahnya, mudah-mudahan Umi ridho ”, begitu katanya.



Kenapa baru sekarang saya merasakan dalamnya kata- kata itu. Betapa harta ini membuat saya sombong pada nafkah yang diberikan suami saya ”, lanjutnya..“Alhamdulillah saya sekarang memutuskan untuk berhenti bekerja, mudah -mudahan dengan jalan ini, saya lebih bisa menghargai nafkah yang diberikan suami. Wanita itu begitu susah menjaga harta, dan karena harta juga wanita sering lupa kodratnya, dan gampang menyepelekan suami.” Lanjutnya lagi, tak memberikan kesempatan bagiku untuk berbicara..“Beberapa hari yang lalu, saya berkunjung ke rumah orang tua, dan menceritakan niat saya ini . Saya sedih, karena orang tua, dan saudara – saudara saya tidak ada yang mendukung niat saya untuk berhenti berkerja. Malah mereka membanding-bandingkan pekerjaan suami saya dengan orang lain.”.Aku masih terdiam, bisu, mendengar keluh kesahnya. Subhanallah, apa aku bisa seperti dia? Menerima sosok pangeran apa adanya, bahkan rela meninggalkan pekerjaan..“Kak , kita itu harus memikirkan masa depan. Kita kerja juga untuk anak -anak kita Kak . Biaya hidup sekarang ini besar. Begitu banyak orang yang butuh pekerjaan . Nah kakak malah pengen berhenti kerja . Suami kakak pun penghasilannya kurang . Mending kalo suami kakak pengusaha kaya, bolehlah kita santai- santai aja dirumah. Salah kakak juga sih, kalo mau jadi ibu rumah tangga, seharusnya nikah sama yang kaya. Sama dokter muda itu yang berniat melamar kakak duluan sebelum sama yang ini. Tapi kakak lebih milih nikah sama orang yang belum jelas pekerjaannya. Dari 4 orang anak bapak , Cuma suami kakak yang tidak punya penghasilan tetap dan yang paling buat kami kesal , sepertinya suami kakak itu lebih suka hidup seperti ini, ditawarin kerja di bank oleh saudara sendiri yang ingin membantupun tak mau, sampai heran aku, apa maunya suami kakak itu”.



Ceritanya kembali, menceritakan ucapan adik perempuannya saat dimintai pendapat ..“Anty tau , saya hanya bisa nangis saat itu..Saya menangis bukan Karena apa yang dikatakan adik saya itu benar, bukan karena itu. Tapi saya menangis karena imam saya dipandang rendah olehnya. Bagaimana mungkin dia maremehkan setiap tetes keringat suami saya, padahal dengan tetesan keringat itu, Allah memandangnya mulia”.“Bagaimana mungkin dia menghina orang yang senantiasa membanguni saya untuk sujud dimalam hari. Bagaimana mungkin dia menghina orang yang dengan kata -kata lembutnya selalu menenangkan hati saya. Bagaimana mungkin dia menghina orang yang berani datang pada orang tua saya untuk melamar saya, padahal saat itu orang tersebut belum mempunyai pekerjaan. “.“Bagaimana mungkin seseorang yang begitu saya muliakan , ternyata begitu rendah dihadapannya hanya karena sebuah pekerjaaan. Saya memutuskan berhenti bekerja, karena tak ingin melihat orang membanding-bandingkan gaji saya dengan gaji suami saya. Saya memutuskan berhenti bekerja juga untuk menghargai nafkah yang diberikan suami saya. Saya juga memutuskan berhenti bekerja untuk memenuhi hak -hak suami saya .Semoga saya tak lagi membantah perintah suami. Semoga saya juga ridha atas besarnya nafkah itu. “.“Saya bangga ukhti dengan pekerjaan suami saya, sangat bangga, bahkan begitu menghormati pekerjaannya , karena tak semua orang punya keberanian dengan pekerjaan itu. Kebanyakan orang lebih memilih jadi pengangguran dari pada melakukan pekerjaan yang seperti itu. Tapi lihatlah suami saya , tak ada rasa malu baginya untuk menafkahi istri dengan nafkah yang halal.”.” Itulah yang membuat saya begitu bangga pada suami saya. Semoga jika anty mendapatkan suami seperti saya, anty tak perlu malu untuk menceritakan pekerjaan suami anty pada orang lain . Bukan masalah pekerjaannya ukhty , tapi masalah halalnya, berkahnya , dan kita memohon pada Allah , semoga Allah menjauhkan suami kita dari rizki yang haram” . Ucapnya terakhi , sambil tersenyum manis padaku. Mengambil tas laptonya, bergegas ingin meninggalkanku.”.Kulihat dari kejauhan seorang ikhwan dengan menggunakan sepeda motor butut mendekat ke arah kami, wajahnya ditutupi kaca helm , meskipun tak ada niatku menatap mukanya. Sambil mengucapkan salam, meninggalkanku. Wajah itu tenang sekali , wajah seorang istri yang begitu ridha.



Ya Allah….



Sekarang giliran aku yang menangis. Hari ini aku dapat pelajaran paling baik dalam hidupku.



Pelajaran yang membuatku menghapus sosok pangeran kaya yang ada dalam benakku..



Subhanallah..

Sabtu, 25 Februari 2012

TAK SEKEDAR CINTA GOMBAL…


Tak Sekedar Cinta Gombal…

Ce : “Say…sebesar apakah cintamu padaku…???!”

Co : “Mmm… Cintaku padamu seluas langit dan sedalam samudera. Aku tak bisa hidup tanpamu. Sehari tak melihatmu, aku hanyalah ikan yang hidup tanpa air. Sedetik tak mengingatmu, aku hanyalah daun yang terbang tanpa arah. Aku siap mati dan berkorban demi dirimu…sayangku… ^_^”

Hari ini rayuan gombal ala pemuda-pemudi yang mabuk cinta bukanlah acara tabu. Hingga seorang anak muda rela menggadaikan iman (meski tanpa sadar) demi sebuah cinta dusta. Hari ini ia berkata rela mati demi sang kekasih, mari dilihat sepuluh atau dua puluh tahun kemudian. Saat sang kekasih bersedia menjadi pendamping hidup sementara ajal menjemputnya tanpa permisi. Relakah sang kekasih ikut mati mendampingi kekasihnya…???. Tanyakan pada William Shakespieres dari mana ia mendapat ide cerita Romeo and Juliet.

Bicara kecintaan, sepertinya hingga hari ini tak ada orang yang lebih kecintaan dan kesetiaannya melebihi kecintaan para sahabat pada Islam dan Rosululloh. Aqidah kuat serta Wala’dan Baro’ yang kokoh menghunjam didada, cukup menjadi modal dasar untuk meraih kecintaan hakiki. Cinta pada Alloh dan Rosul melebihi cinta pada selainnya. Mungkin untuk para kuli tinta, cerita seperti ini cocok sekali untuk mengisi Headline News… ^_^

Seperti apa ceritanya???…

Abu Ubaidah bin Jarroh

Anak bunuh bapaknya sendiri

Durhaka…?!!. Sekilas tak salah bila kata itu terucap dari seorang manusia normal. Betapa tidak seorang anak yang besar dan tumbuh dibawah asuhan seorang ayah, namun saat dewasa dan datang kepadanya Muhammad si pembawa Dien baru, sang anak tega menebas ayahnya sendiri hanya karena kecintaan pada sang Nabi. Namun betapa agung urusan ini hingga Alloh menurunkan sebuah ayat Al Qur’an dari langit ke tujuh, memuji dan menjadikannya contoh bagi seluruh umat.

Alloh berfirman :

“Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Meraka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati…” (Al Mujadilah : 22).

Ibnu Syaudzab menceritakan : “Dalam perang Badar, ayah Abu Ubaidah (yang kafir) berusaha menampakkan diri dan mencari anaknya. Mengetahui hal itu, Abu Ubaidah selalu berkelit menghindari ayahnya. Hingga keadaan amat kacau dan Abu Ubaidah membunuh ayahnya. Kemudian Alloh menurunkan sebuah ayat …(Al Mujadilah : 22).” (Dikeluarkan oleh Al Baihaqi, Hakim dan Thabrani).

Abdulloh bin Abdillah bin Ubay bin Salul

Anak minta ijin untuk memenggal ayahnya

Dari Abu Huroiroh berkata : “Rosululloh berjalan melewati Abdulloh bin Ubay (gembong munafik) yang berada di bangunan tinggi. Ibnu Ubay berkata : ‘Ibnu Abi Kabsyah (Rosululloh) telah menaburkan debu pada kita’. Maka Abdulloh bin Abdulloh bin Ubay bin Salul meminta ijin pada Rosul : ‘Ya Rosulalloh, demi Yang memuliakanmu kalau engkau mengijinkan, aku akan membawa kepala ayahku padamu.’ Rosul menjawab : ‘Tidak, bahkan berbuatlah baik padanya…’ (Diriwayatkan oleh Al Bazzar dengan rijal yang tsiqoh).

Mush’ab bin Umair

Ada yang lebih ‘saudara’ dari saudara kandung

Dari Ayyub bin Nu’man berkata : ‘Abu Aziz bin Umair (saudara kandung Mush’ab bin Umair) di hari Badar menjadi tawanan kaum muslimin dan menjadi tanggungan Muhriz bin Nadhlah. Mush’ab berkata pada Muhriz : ‘Wahai Muhriz keraskanlah tanganmu padanya…Sesungguhnya di Makkah ia mempunyai ibu yang kaya raya’. Maka Abu Aziz berkata pada saudaranya : ‘Inikah perlakuanmu padaku wahai saudaraku…?. Mush’ab menjawab : ‘Muhriz adalah saudaraku selain kamu.’ Hingga sang ibu mengirim 4000 dirham sebagai penebus Abu Aziz. Dan inilah jumlah tebusan terbesar diantara tawanan Badar.

Ummu Habibah

Tikar usang yang lebih berharga dari bapaknya

Az Zuhri menceritakan : ‘Ketika Abu Sufyan bin Harb pergi ke Madinah, ingin menemui Rosululloh yang berhasrat menyerang Makkah. Ia meminta perpanjangan perjanjian Hudaibiyah, namun Rosululloh tidak menerimanya. Kemudian ia pergi dan menemui putrinya Ummu Habibah. Hingga saat ia ingin duduk di tikar Rosululloh, maka Ummu Habibah menariknya. Abu Sufyan berkata : ‘ Wahai anakku apakah engkau lebih mencintai tikar ini dari padaku ?.’ Ummu Habibah menjawab : ‘Sesungguhnya ini adalah tikar Rosululloh sedangkan engkau adalah Musyrik yang najis……’ (Dikeluarkan oleh Ibnu Sa’d).

Ini hanyalah sekelumit kisah cinta sahabat dan shohabiah, sebuah cinta hakiki yang mendahulukan cinta pada Alloh dan Rosul-Nya melebih semua kecintaan. Bukan cinta gombal para pencari dunia yang mudah luntur dan terbang dari relung hati.

Maroji’ :

  1. Al Qur’anul Karim
  2. Hayatu Shohabah : Al Alamah As Syaikh Muhammad Yusuf Al Kandahlawy dengan tahqiq dan ta’liq Syaikh Nayif Al Abbas dan Muhammad Ali Daulah. Juz 2 bab Khuruju Shohabah anis Syahwati Nafsaniyah. Darul Qolam Damsyiq, cetakan kedua tahun 1983.

like dong di fb

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Wassalam Wr. Wb...